Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kandungan & Manfaat Kopi

Kafein adalah senyawa kimia alkaloid dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan zat kafein yang terdapat dalam kopi adalah antara 1 hingga 1,5%.

Kopi Memacu Otak Berfikir Positif
Minum kopi ternyata bisa membantu kita melihat sisi baik kehidupan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat membantu orang mengenali kata-kata positif.

Peneliti dari Jerman mengungkapkan dengan mengkonsumsi kafein yang setara dengan 2 hingga 3 cangkir kopi, seseorang mampu melihat kata-kata positif lebih cepat dalam serangkaian percobaan. Tetapi psikolog menemukan tidak memiliki efek yang sama ketika disodori kata-kata negatif. Penelitian menunjukkan orang dapat mengenali kata-kata positif, gambar dan suara lebih cepat dibanding segala hal yang negatif. Para peneliti bereksperimen dengan kafein yang mengarah ke respon lebih cepat dan lebih sedikit membuat kesalahan dalam tugas-tugas mental sederhana.

Psikolog eksperimental, Lars Kuchinke dan timnya dari Universitas Ruhr Jerman, meminta 66 relawan untuk memutuskan secepat mungkin apakah bentukan huruf yang ditampilkan pada komputer adalah kata-kata. Separuh relawan itu diberi tablet yang mengandung 200 miligram kafein atau setara dengan 2 hingga 3 cangkir kopi. Sementara sisanya diberi pil laktosa. Mereka diberikan tablet itu 30 menit sebelum pengujian.

Hasilnya, relawan yang mengonsumsi tablet kafein ternyata 7% lebih akurat dalam mengenali kata-kata positif daripada kata-kata lainnya. Kuchinke berpendapat, mungkin ini karena peran kafein yang berfungsi merangsang bagian otak yang terhubung oleh segala hal positif. 

Kopi Dapat Mencegah Timbulnya Penyakit Jantung Atau Stroke & Menghambat Penurunan Fungsi Kognitif Pada Otak
Kandungan yang terdapat dalam kopi dapat menghidarkan dari kita dari penyakit serangan jantung bahkan hingga stroke, Sebuah studi atas lebih dari 83.000 wanita berusia lebih dari 24 tahun menunjukkan mereka yang minum 2 sampai 3 cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena stroke 19% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Studi terhadap sejumlah pria di Finlandia menunjukkan hasil yang sama.

Studi atas 4.197 wanita dan 2.820 pria di Perancis menunjukkan bahwa meminum setidaknya 3 cangkir kopi sehari dapat menghambat penurunan fungsi kognitif otak akibat penuaan hingga 33% pada wanita. Namun, manfaat yang sama tidak ditemukan pada pria. Hal ini mungkin karena wanita lebih peka terhadap kafein. 

Kopi Bermanfaat Mencegah Penyakit Kanker & Diabetes
Dari hasil riset yang dilakukan oleh peneliti diseluruh dunia didapatkan hasil bahwa penyakit kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar dapat dicegah dengan cara mengonsumsi kopi. Studi penelitian lain telah menemukan bahwa kopi dapat mengurangi tingkat gula darah pada pasien diabetes. Karena kandungan yang terdapat dalam kopi dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh, selain itu manfaat kopi juga dapat mengurangi risiko penyakit serius seperti batu empedu, penyakit parkinson, penyakit jantung, sirosis hati dan sebagainya. (Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Harus Minum Kopi)

20 studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 50%. Para peneliti menduga penyebabnya adalah asam klorogenik di dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro vitamin B3) juga diduga membantu memperlambat penyerapan glukosa. 

Kopi Dapat Mencegah Resiko Kanker Mulut & Melindungi Gigi
Senyawa yang terdapat dalam kopi bermanfaat mencegah terjadinya resiko kanker mulut, membatasi pertumbuhan sel kanker. Selain itu kopi memiliki sifat anti-bakteri dan anti-perekat yang sangat baik dan memungkinkan untuk menyembuhkan berbagai masalah berkaitan dengan kesehatan mulut, termasuk gigi berlubang, pembentukan plak dan infeksi gusi. 

Kopi Sebagai Pembangkit Stamina & Energi Ekstra
Mekanisme kerja zat kafein dalam tubuh bersaing dengan fungsi adenosin dalam tubuh kita. Adenosin sendiri merupakan senyawa yang terdapat dalam sel otak berfungsi membuat orang cepat tertidur. Kandungan kafein dapat memperlambat gerak sel-sel tubuh sehingga tubuh tidak mudah lelah dan mengantuk dan muncul perasaan segar, mata terbuka lebar, detak jantung lebih kencang, naiknya tekanan darah. 

Kopi Dapat Mengurangi Rasa Sakit Kepala
Menurut Seimur Damond, M.D, dari Chicago’s Diamond Hadche Clinic. Bahwa kandungan kafein pada kopi dapat mengurangi derita sakit kepala. Penderita sakit kepala atau migran ringan terbukti dapat disembuhkan dengan meminum secangkir kopi pekat. 

Kopi Mengatasi Perubahan Suasana Hati & Depresi
Minum kopi secara teratur sesuai dengan porsinya dapat memaksimalkan kerja otak lebih baik. Kandungan anti-oksidan yang terdapat di dalam kopi dapat menangkal kerusakan pada sel otak dan membantu jaringan saraf untuk bekerja lebih baik. Zat kafein dalam kopi berfungsi sangat baik sebagai stimulan pada tubuh kita. Hal ini dapat merangsang indera kita dan meningkatkan laju metabolisme. Sehingga meningkatkan kemampuan dalam berkonsentrasi, mengatasi perubahan suasana hati bahkan depresi.

Tenang, Tidak Ada Bukti Minum Kopi Memicu Penyakit Kronis

Ilustrasi diambil dari weheartit.com
Banyak orang khawatir terkena stroke atau jantungnya akan rusak jika tiap hari harus minum kopi. Penelitian terbaru membuktikan kopi tidak memicu penyakit kronis, bahkan bisa mengurangi risiko diabetes melitus tipe 2 atau sakit gula.

Sebuah penelitian dari German Institute of Human Nutrition Postdam Rehbruecke menunjukkan, risiko terjangkit penyakit kronis pada penggemar kopi tidak berbeda dengan orang yang tidak suka kopi. Artinya tidak ada peningkatan risiko hanya karena minum kopi.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 42.000 orang dewasa di Jerman, baik yang gemar minum kopi maupun yang tidak menyukainya sama sekali. Para partisipan diamati secara berkala tiap 2 atau 3 tahun, hingga jangka waktu pengamatan selama 9 tahun.

Hasil pengamatan menunjukkan, 871 dari 8.689 partisipan yang tidak pernah minum kopi tetap kena penyakit kronis seperti stroke dan serangan jantung. Perbandingannya tidak jauh berbeda dengan kelompok penggemar kopi, yakni 1.124 dari 12.137 orang kena penyakit kronis.

"Penelitian kami menegaskan bahwa konsumsi kopi tidak berbahaya bagi orang dewasa sehat, dalam kaitannya dengan risiko timbulnya penyakit kronis," kata Anna Floegel yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/3/2012).

Malahan dalam penelitian itu, konsumsi kopi bisa memberikan manfaat kesehatan bagi orang yang tidak punya riwayat penyakit tertentu. Partisipan yang mengonsumsi 4 cangkir kopi tiap hari terbukti 32 persen lebih jarang kena diabetes melitus tipe 2.

Belum bisa dipastikan memang bahwa kandungan kopi itu sendiri bisa mencegah penyakit diabetes mellitus tipe 2. Namun sebagian ahli meyakini, beberapa senyawa dalam kopi bisa mempengaruhi sistem metabolisme di dalam tubuh manusia termasuk dalam mengolah gula.

Disunting dari health.detik.com

Ini Alasan Kenapa Harus Minum Kopi


Dibalik semua efek negatif yang ditimbulkan dari pengonsumsian kopi secara berlebihan, seperti insomnia, ternyata kopi memiliki sifat unik, yaitu mengandung antioksidan yang lebih kuat dibandingkan makanan lain.
Dalam sebuah penelitian, manfaat kopi yang diminum dengan sedikit gula bisa memberikan efek positif yang lebih banyak daripada efek negatifnya. Berikut ini beberapa manfaat unik yang bakal Anda dapatkan dari mengonsumsi kopi.
Menurunkan risiko diabetes tipe 2
Beberapa hasil penelitian telah menunjukkan bahwa, para penikmat kopi tanpa gula memiliki risiko rendah terkena diabetes tipe 2. Menurut sebuah hasil penelitian, wanita menopause yang minum setidaknya 4 cangkir kopi sehari mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2 hinga 50 persen.
Peneliti dari Huazhong University of Scince and Technology menemukan sedikitnya tiga kandungan senyawa alami terkandung dalam kopi, yaitu kafein, asam kafeik dan asam klorogenik. Tiga senyawa inilah yang berjasa menangkal perkembangan racun dari protein terkait risiko diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, namun senyawa dalam kopi bekerja untuk mencegah proses produksi sel insulin dari kehancuran. Bahkan, manfaat kopi decaffein (kopi dengan kadar kafein rendah) bekerja lebih baik menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Konsumsi kopi juga meningkatkan kadar protein yang disebut hormon seks pengikat globulin dalam darah (sex hormone binding globulin/SHBG), yang memberikan perlindungan terhadap diabetes tipe 2 pada orang yang memiliki jenis tertentu dari mutasi genetik.
Melawan sel kanker
Menurut Prof. Takayuki Shibamoto, ahli toksikologi lingkungan dari Universitas California, Amerika, menyatakan kopi yang baru diseduh akan memproduksi antioksidan yang penting untuk kesehatan. Para peneliti mengatakan bahwa antioksidan dapat merusak DNA dan membran-membran sel sehingga dapat menyebabkan kanker.
Pada tahun 2011, peneliti Harvard menemukan bahwa perempuan yang minum beberapa cangkir kopi sehari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker endometrium (kanker rahim).
Penelitian lain pada tahun 2011 di Harvard menunjukkan, pria yang mengkonsumsi 6 cangkir kopi sehari, memiliki 60 persen lebih rendah terkena kanker prostat, dan 20 persen lebih rendah terkena jenis dari kanker prostat.
Selain itu, beberapa penelitian sebelumnya juga mengaitkan minum kopi dengan penurunan risiko kanker usus besar, kanker dubur, kanker mulut dan kanker kerongkongan.
Kopi mengandung ratusan senyawa kimia, seperti senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menurunkan penanda untuk proses kerusakan peradangan.
Methylpyridinium, senyawa antioksidan yang sangat aktif karena proses pemanggangan biji kopi, ditemukan hampir dalam semua kopi. Bahkan espresso memiliki 2-3 kali jumlah senyawa antikanker.
Menurunkan risiko demensia
Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan perubahan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Tetapi para ilmuwan belajar lebih banyak tentang faktor risiko demensia dan kebiasaan minum kopi hangat tampaknya dapat menurunkan risiko.
Orang yang mengonsumsi 3-5 cangkir kopi sehari 65 persen lebih rendah untuk mengembangkan demensia. Para peneliti percaya sifat antioksidan dari kopi dapat bekerja untuk mengurangi bentuk demensia vaskular. Minum kopi sudah dikenal melindungi terhadap diabetes tipe 2, penyakit kronis yang meningkatkan risiko demensia.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan efisiensi penghalang darah otak, menggagalkan efek negatif dari kolesterol tinggi pada fungsi kognitif. Ada juga kemungkinan bahwa peminum kopi memiliki lebih banyak energi dan bergerak lebih. Peneliti menunjukkan bahwa olahraga juga merupakan pelindung terhadap demensia.
Melindungi dari penyakit Parkinson
Kopi membantu menurunkan risiko penyakit Parkinson bagi kaum pria. Pria yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi berkafein setiap hari memiliki risiko 25 persen lebih rendah dari Parkinson, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi atau sedikit minum kopi.
Awalnya, peneliti tidak yakin jika kafein cukup bermanfaat melindungi pria dari parkinson. Namun, sebuah riset menemukan sebuah gen yang disebut GRIN2A, yang tampaknya melindungi penikmat kopi dari serangan penyakit Parkinson.
Cegah risiko depresi
Menurut sebuah hasil penelitian, mengonsumsi kopi dapat menurunkan risiko depresi. Para peneliti dari Harvard School of Public Health melaporkan, orang yang minum 4 cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 20 persen lebih rendah mengalami depresi. Sementara orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi sehari memiliki risiko 15 persen lebih rendah.
Ada juga beberapa bukti bahwa kopi melindungi pria dari depresi. Kafein dalam kopi dapat meningkatkan energi dan mood meski dalam jangka pendek. Para peneliti Harvard juga melihat penurunan serupa pada orang depresi yang mengonsumsi minuman ringan berkafein.
Disunting dari id.she.yahoo.com

Kopi, Teman Baik Bagi Sperma

Banyak yang mengklaim manfaat kopi. selain membuat mata melek, memperlancar peredaran darah dan mengurangi sakit kepala, ternyata kopi pun ampuh untuk menggenjot laju sperma. Kopi, juga berlawanan dengan ganja, yang memperpendek umur sperma dan ereksi. Minum kopi membuat sperma 'berenang' lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan lelaki.

Hal ini diumumkan ilmuwan Brasil dalam pertemuan American Society for Reproductive Medicine, di San Antonio. Pembicaraan utama dalam pertemuan ini berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburan kaum Adam.

Illustrasi gambar diambil dari bookofchoad.blogspot.com
Kopi dikatakan dapat melakukan lebih banyak hal daripada sekadar menjaga agar kita tetap terbangun. Minuman ini diyakini dapat juga memberikan tenaga bagi sperma bila kita mengonsumsi beberapa cangkir saja sehari.

Berdasar riset yang dilakukan tim dari Sao Paulo University, kopi akan meningkatkan kemampuan bergerak sperma, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan kemungkinan kehamilan pada pasangan. Meski begitu, kopi sepertinya satu-satunya teman lelaki yang bagus bagi sperma.

Sementara rokok misalnya, justru akan mengakibatkan masalah disfungsi ereksi. Dalam penelitian yang sama, diketahui pula bahwa merokok ganja berakibat buruk pada sperma dan dapat mengurangi kesuburan secara signifikan.

Illustrasi gambar diambil dari smosh.com
Hal senada juga diungkapkan peneliti dari Buffalo University yang menemukan bahwa perokok akan mengalami pengurangan cairan sperma dan jumlah spermanya pun menjadi lebih sedikit. Mengenai ganja, disebutkan barang itu bukannya membuat sperma lambat dan rileks, namun menjadikan sperma berenang terlalu cepat sehingga 'mati' sebelum mencapai sel telur.
Disunting dari gayahidup.inilah.com

Kopi Hitam Untuk Kanker Kulit: Dengan Kafein Lebih Berkhasiat

Illustrasi gambar diambil dari coffee-black.org
Di balik kenikmatan secangkir kopi hitam ternyata tersembunyi dampak positif bagi kesehatan, yaitu mencegah kanker kulit. Manfaat kopi terhadap pencegahan kanker sudah lama diketahui. Sebelumnya kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara, uterin, prostat, dan kanker kolon.

Wanita yang minum lebih dari tiga cangkir kopi setiap hari dibandingkan dengan wanita yang minum kopi satu cangkir perbulan memiliki resiko 20% lebih rendah untuk menderita karsinoma sel basal (basal cell carsinoma/BCC), jenis kanker yang pertumbuhannya lambat. Sedangkan pada pria penggemar kopi, risikonya hanya berkurang 9%.

"Setiap tahunnya hampir satu juta kasus baru BCC ditemukan di AS. Faktor pola makan mungkin memiliki efek perlindungan yang kecil tapi dampaknya besar untuk kesehayan publik," kata Fengju Song dari departemen dermatologi Brigham and Women's Hospital and Harvard Medical School pada presentasi hasil studi dalam konferensi American Association for Cancer Research.

Karsinoma sel basal merupakan jenis kanker kulit paling banyak ditemukan para responden, mencapai 22.786 kasus. Data penelitian Song berasal dari Nurse's Health Study yang diikuti 72.921 partisipan (1984 -2008) dan dari Health Profesional Follow-Up Study yang melibatkan 39.976 partisipan (1986-2008).

Karsinoma sel basal biasa timbul pada kulit yang tidak terlindungi. Penyebab utamanya paparan sinar ultraviolet matahari berlebihan secara berulang-ulang atau dari sinar lampu ultraviolet. Biasanya tumbuh terlokalisasi dan jarang menyebar.

Efek yang bagus dari kopi hanya terlihat pada orang yang minum kopi dengan kafein. Kafein merupakan 'penghalang' dari kanker kulit dengan menghambat enzim protein dalam kulit, yang dikenal sebagai ATR. Kafein diaplikasikan langsung ke kulit dapat mencegah sinar ultraviolet merusak kulit. Namun sayang hal ini juga tidak terlihat pada peminum kopi pada jenis kelamin pria.
Disunting dari herusupanji.blogspot.com

Mengobati Luka Menggunakan Kopi

Selain murah dan mudah didapat, ternyata kopi aman dan efektif untuk mengobati berbagai jenis luka. Siapa yang tak kenal kopi? Serbuk hitam beraroma khas ini sangat digemari di Indonesia. Tapi tahukah kita kalau kopi tak hanya identik dengan minuman yang begitu nikmat saat diseruput selagi hangat?

Selain sebagai pengusir kantuk yang membuat tubuh kembali terasa segar, kopi ternyata mampu diandalkan untuk mengobati luka. Dr. Hendro Sudjono Yuwono MD, Ph.D. sudah membuktikan khasiat kopi tersebut. Ahli bedah pembuluh darah dari RS Hasan Sadikin, Bandung ini sudah berkutat melakukan serangkaian penelitian terhadap kopi sejak awal tahun 2004.

Hasilnya? Kopi ternyata sangat efektif dan aman untuk mengatasi berbagai jenis luka! Dari luka besut lantaran terjatuh, luka tergores benda tajam, luka bakar, sampai luka "koreng" yang sudah terinfeksi. Hebatnya lagi, semua usia dapat menggunakannya, termasuk anak-anak.

Dalam penelitiannya, Hendro menemukan zat antibakteri dalam serbuk kopi yang tergolong sangat kuat. Meski belum diketahui secara pasti jenis kandungannya, namun zat ini terbukti sangat efektif membasmi kuman Methicillin Resistant Starhylococcus Aureus (MRSA) yang sering dijumpai pada luka bernanah. Hendro menggunakan tikus dan marmot yang sengaja dilukai dengan cara dibakar sedikit. Tikus diobati dengan kopi sementara marmot diobati dengan obat medis untuk luka bakar. Ternyata tikus dapat sembuh dengan baik tanpa ada perbedaan sedikitpun dengan marmot. "Tidak timbul infeksi atau efek samping lainnya," papar Hendro yang mengaku tidak berniat untuk mematenkan hasil temuannya ini.

Awal tahun 2005 Hendro yang menyelesaikan spesialisasi bedah pembuluh darah tepi di Universitas Leiden dan pendidikan S3 ilmu bedah di Universitas Amsterdam Belanda, menggunakan kopi untuk menyembuhkan luka para pasiennya. Ada berbagai jenis luka yang ditangani, dari luka besut/serut karena terjatuh hingga luka bakar dan luka bernanah. Ternyata pengobatannya bisa berjalan efektif dan hasilnya bisa disetarakan dengan hasil pengobatan yang sudah baku. "Sejauh ini saya tidak melihat ada efek samping yang muncul dari pengobatan luka dengan kopi," tukas dosen di FK Unpad ini.

Cara pakai:
  1. Taburkan secara merata di atas luka. Cukup tipis saja, tidak perlu terlalu tebal.
  2. Frekuensi bisa 3x sehari: pagi, siang dan sore.
  3. Setelah ditaburi kopi, luka harus tetap kering dan sama sekali tak boleh terkena air. Bila terkena air, luka jadi basah terus-menerus sehingga pengobatan tak berjalan efektif. Jika ingin mandi atau melakukan aktivitas yang bersentuhan dengan air, tutuplah luka dengan rapat.
Kontradiksi
Satu hal terpenting untuk diperhatikan, apakah anak alergi terhadap kopi atau tidak. Alergi terhadap kopi bisa dilihat dari munculnya warna kemerahan atau gatal-gatal di sekitar area luka. Bila demikian, hentikan pemakaian karena sangat mungkin luka justru akan semakin meluas dan dalam lantaran anak pasti tidak tahan untuk tidak menggaruknya. Tapi kalau anak pernah minum kopi dan tidak ada efek samping yang muncul, seperti mual, pusing atau gatal-gatal, bisa dikatakan dia tidak alergi kopi.

Perih atau tidak?
Berbeda dari obat merah yang bisa menimbulkan rasa perih saat diteteskan atau salep yang memunculkan rasa dingin, kopi malah memberikan rasa hangat.

Perlukah resep dokter?
Pemakaian kopi tak memerlukan resep dokter. Kopi bisa langsung ditaburkan di atas luka. Hanya saja, kopinya haruslah kopi robusta yang belum dicampur apa-apa. Kopi tak bermerek ini biasanya dijual di pasar-pasar tradisional yang langsung digiling di tempat. Sebetulnya tuntutan keaslian ini tak lain karena, "Saya belum melakukan penelitian terhadap kopi lain yang bermerek," kata Hendro. Jadi, bila ingin menggunakan kopi bermerek, boleh-boleh saja namun ia tak menjamin apakah penyembuhan lukanya efektif atau tidak.

Berapa lamakah luka bisa sembuh?
Bila lukanya relatif kecil akibat tergores pisau, pengobatannya boleh jadi hanya butuh waktu singkat. Setelah diobati mungkin saja lukanya segera kering dan sembuh. Namun luka yang sama, bisa saja sembuh lebih lama bila setelah diobati lukanya basah terkena air.

Waktu penyembuhan luka juga tergantung pada kondisi luka itu sendiri. Kalau luas/lebar dan cukup dalam tentu butuh beberapa kali pengobatan. Ini berarti bisa makan waktu berhari-hari. Untuk luka yang sudah terinfeksi, pengobatannya tentu butuh waktu lebih lama, bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Pasalnya, butuh waktu khusus untuk membasmi bakteri yang sudah bercokol di luka tadi.

Luka yang sudah terinfeksi ini ditandai sebagai luka yang bernanah, sudah lebih luas dari luka awal, dan biasanya disertai adanya jaringan daging yang membusuk. Yang juga makan waktu cukup lama adalah pengobatan luka pada penderita diabetes melitus. Oleh karena itu, tetap barengi pengobatan medis. Luka yang diderita para diabetesi (contohnya), baru akan efektif kalau pengobatan diabetesnya berjalan terus.
Disunting dari kaskus.

4 Cangkir Kopi Sehari Turunkan Resiko Kanker Rahim

Illustrasi gambar diambil dari xamthonelampung.wordpress.com
Banyak kabar baik bagi para penggemar berat kopi. Kini, semakin banyak alasan positif untuk mengkonsumsi minuman warna hitam ini. 4 cangkir kopi sehari bisa membantu menjaga kanker bertumbuh di rahim. Penelitian telah bisa menghubungkan konsumsi kopi secara teratur dengan kemungkinan lebih rendah dari kanker endometrium

Wanita yang minum 4 atau lebih cangkir sehari selama bertahun-tahun memiliki resiko 25% lebih rendah untuk terserang penyakit ini dibandingkan mereka yang minum kurang dari 1 cangkir setiap hari.

Baik kopi berkafein maupun tanpa kafein tampak cukup berperan membantu menangkal penyakit ini. Penelitian ini dilakukan selama 26 tahun dengan 70.000 responden wanita.

Laporan dari jurnal kanker dan pencegahannya mengatakan minum kopi secara teratur dapat membantu menurunkan kadar hormon yang diyakini sebagai pemicu tumbuhnya kanker. "Uji klinis menemukan bahwa kopi mengandung lebih banyak zat antiokasidan dibandingkan sayur dan buah," kata peneliti senior, Edward Giovannucci.

Kanker rahim diderita oleh 6.400 wanita Inggris. Setiap tahunnya diperkirakan 1.000 orang meninggal akibat penyakit mematikan ini. Resiko terkena kanker rahim meningkat seiring bertambahnya usia. Para peneliti di Havard University mengatakan untuk pencegahan kanker rahim dapat dilakukan dengan mempertahankan berat badan ideal.
Disunting dari republika.co.id

4 Cangkir Kopi Sehari Kurangi Kesuburan Perempuan?

Illustrasi gambar diambil dari thesenoritadiaries.blogspot.com
Para ilmuwan sudah menemukan kenapa minum kopi mempersulit perempuan untuk hamil. Seperti diberitakan Daily Mail, penelitian menemukan bahwa kafein, perangsang dalam kopi, merusak pengangkutan telur-telur dari ovarium menuju ke rahim.

Riset sebelumnya sudah menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak kopi bisa mempengaruhi kesuburan perempuan.

Satu penelitian yang melibatkan 9.000 perempuan Belanda menemukan bahwa minum lebih dari 4 cangkir sehari mengurangi peluang hampir sebesar 25%. Tetapi, hingga saat ini alasan kaitan antara keduanya masih tetap misterius.

Penelitian baru, dilakukan pada tikus, menunjukkan bahwa kafein menghalangi kontraksi tuba falopii yang dibutuhkan untuk membawa telur-telur ke rahim.

Rangsangan tidak mengaktifkan terutama sel-sel pembuka jalan dalam dinding tuba. Sel-sel ini menyesuaikan diri dengan gelombang kontraksi tuba yang memindahkan telur-telur ke arah rahim.

Riset itu menunjukkan kontraksi memegang peran lebih besar dalam pengangkutan telur daripada menghancurkan rambut seperti silia yang melapisi dinding tuba falopii. Sebelumnya kasus yang terjadi dianggap sebaliknya.

"Penemuan ini menuju jalan panjang ke arah menjelaskan kenapa minum minuman berkafein bisa mengurangi peluang seorang perempuan untuk hamil. Ini memberikan penjelasan rumit sebagaimana kenapa perempuan yang mengonsumsi kafein tinggi sering membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil daripada perempuan yang tidak mengonsumsi kafein," kata pemimpin penelitian Profesor Sean Ward, dari University of Nevada di Reno, Amerika Serikat.

Penemuan itu dipublikasikan dalam British Journal of Pharmacology. Para ilmuwan mengatakan riset sebelumnya cenderung menjadi pengertian lebih besar mengenai bagaimana tuba Falopii bekerja.

Ini bisa membantu para dokter mengobati peradangan panggul dan penyakit menular seksual.

Manfaat lain bisa meningkatkan pemahaman dari kehamilan ektopik, kondisi menyakitkan dan berpotensi mengancam hidup yang mengakibatkan embrio tumbuh di dalam tuba Falopii.
Disunting dari republika.co.id

Seks dan Kopi, Cara Jitu Tangkal Kanker Prostat

Illustrasi gambar diambil dari blog.bacain.info

Kanker Prostat merupakan jenis kanker yang menghantui kaum Adam. Jenis kanker yang menyerang sistem reproduksi pria ini banyak diderita pria berusia 60 tahun ke atas. Seperti yang dilansir melalui Men's Health, selain seks dan kopi, berikut beberapa langkah untuk menurunkan risiko kanker prostat.

Seks
Sebuah penelitian pada 2004 dalam Journal of the American Medical Association, menganalisa data dari 29.342 laki-laki dan menemukan pria yang berorgasme 21 kali atau lebih dalam sebulan memiliki 23% lebih kecil terkena risiko kanker prostat dibandingkan pria yang hanya berorgasme 4-7 kali sebulan.

Banyak Minum Kopi
Kopi yang berkafein atau sedikit kafein dipercaya mampu menurunkan kanker prostat. Peneliti menemukan pria yang minum enam gelas kopi atau lebih mempu menurunkan 59% risiko kanker prostat dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.

Makan Tomat
Untuk kesekian kalinya, buah berwarna oranye kemerahan ini mampu menurunkan risiko kanker prostat. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan peneliti Harvard pada 1990-an mengatakan bahwa kandungan lycopene, zat pigmen dalam tomat, akan lebih kuat menurunkan pertumbuhan sel kanker setelah dimasak.

Bergerak
Berolahraga juga mengurangi risiko fatal sel-sel kanker prostat hingga 41%. Mereka yang berolahraga dengan giat, seperti bermain tenis, berlari, berenang, atau bersepeda selama 5 jam seminggu memiliki risiko 56% lebih rendah meninggal akibat penyakit tersebut. Jadi lebih banyak beraktivitas, lebih melindungi.

Makan Ikan
Dalam penelitian yang dilakukan terhadap hewan laboratorium, kandungan Omega-3 fatty acid DHA dan EPA dalam minyak ikan ternyata mampu menghalangi pertumbuhan tumor. Peneliti Harvard juga menemukan pria yang mengonsumsi ikan 3 kali per-minggu mampu menurunkan risiko kanker prostat agresif hingga 25%.

Fakta Suplemen Selenium
Selenium, mineral yang ditemukan dalam kacang Brazil, daging merah, ikan dan biji-bijian, menjadi suplemen yang populer di akhir 1990-an. Para peneliti meyakini suplemen ini mampu mencegah kanker prostat.

Namun, dalam penelitian terbaru terhadap 35.000 pria, menunjukkan bahwa 200 microgram selemium perhari tidak menunjukkan adanya perlawanan terhadap kanker atau penyakit lainnya. Parahnya lagi, selenium justru meningkatkan risiko diabetes bagi sebagian pria.
Disunting dari gayahidup.inilah.com

Kopi Dapat Mengurangi Resiko Kanker Kulit

Kabar baik ini diliris, Senin (24/10) di Asosiasi Amerika untuk Penelitian dan Pencegahan Kanker yang ke-10. Konferensi internasional yang diselenggarakan di Boston ini menunjukkan kopi yang diminum, terutama oleh wanita memiliki efek positif terdahap risiko kanker kulit.

Wanita yang minum lebih dari tiga cangkir kopi per hari memiliki risiko lebih rendah 20% terkena Karsinoma Sel Basal (BBC), dibandingkan wanita yang minum kurang dari secangkir per-bulan. BBC adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling sering didiagnosis. 

Menurut American Cancer Society, 75% dari semua kasus kanker kulit yang ada adalah jenis BBC. Sampai sekarang sudah ada total 22.786 kasus. Pria yang minum dengan jumlah yang sama memiliki risiko lebih rendah 9% menghadapai kanker kulit.

"Studi kami menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat menjadi pilihan penting untuk membantu mencegah BBC," kata Fengju Song, peneliti yang ikut terlibat dalam riset ini.

Data ini diperoleh dari studi yang dilakukan perawat di rumah sakit wanita Brigham, dan praktisi kesehatan profesioanal di Harvard School of Public Health. Perawat mengambil sekitar 72.921 peserta dari Juni 1984 sampai Juni 2008. Praktisi kesehatan profesional meneliti 39.976 peserta sejak Juni 1986 sampai Juni 2008.

Sayang, manfaat dari minum kopi ini belum terlihat positif terhadap jenis kanker kulit yang lain, yakni karsinoma sel skuamosa (1.953 kasus) atau melanoma (741 kasus).
Disunting dari id.she.yahoo.com

Diantara Kopi & Teh, Mana Yang Menyehatkan?

​Apakah Anda penikmat kopi dan teh? Kedua minuman ini memang memiliki keunggulannya masing-masing. Namun, bila dibandingkan antara kopi dan teh, mana yang lebih menyehatkan?

Chris Kilham, seorang ahli kesehatan, seperti yang dilansir melalui Fox News, mengatakan bahwa dua cangkir besar kopi atau setara dengan 300 mg kafein per-hari dapat memperbaiki mood buruk Anda. Selain itu, para penikmat kopi juga memiliki risiko tiga hingga enam kali lebih rendah terkena gejala parkinson dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi. 

Ilustrasi penderita Parkison oleh Sir William Richard Gowers dari buku A Manual of Diseases of the Nervous System tahun 1886id.wikipedia.org

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa zat kimia yang ditemukan pada secangkir kopi menunjukkan adanya semacam antioksidan bersifat melindungi yang dapat menghambat sel dalam tubuh kita 'berkarat', yang berkaitan dengan terjadinya kerusakan oksidatif yang berhubungan dengan penyakit diabetes, arthritis dan kanker. 

Kopi juga mengandung antioksidan yang tinggi, yaitu flavonoid. Antioksidan ini menjadi penangkal penyakit kardiovaskular, dengan menurunkan tingkat oksidasi kolestrol LDL (kolesterol jahat), yang mampu melawan serangan jantung dan stroke.

Kopi juga merangsang aktivitas usus, dan juga bisa mengurangi risiko gangguan pencernaan, seperti batu empedu dan sirosis hati. Yang lebih mengesankan, kopi memiliki efek protektif terhadap kanker usus besar dan dubur.

Kopi juga aman dikonsumsi berbagai usia, termasuk wanita hamil. Sejauh ini, tak ada risiko langsung akibat mengonsumsi kopi. Seperti pertumbuhan janin terhambat atau mengalami keguguran. 

Lantas, bagaimana dengan teh? Tapi jika Anda penikmat teh hijau, minuman ini merupakan minuman yang menyehatkan. Teh hijau juga kaya akan plofenol, namun zat kimia ini akan hilang pada teh yang difermentasikan.

Illustrasi gambar diambil dari mediabidan.com

Kesimpulannya, jika Anda bicara tentang kopi dan teh, kopi merupakan pilihan yang terbaik bagi kesehatan. Silahkan untuk meminum teh, asalkan teh yang kita minum juga kaya akan kandungan flavonoid.
Disunting dari health.ghiboo.com

Bagi Pria, Kopi Dapat Mencegah Kanker Prostat

Sebuah studi baru mendapati bahwa pria yang sering minum kopi lebih kecil kemungkinannya terkena kanker prostat. Ini adalah studi terbaru yang menunjukkan manfaat salah satu minuman favorit di dunia.

Studi itu menyertakan sekitar 50.000 pria yang melaporkan kebiasaan mereka minum kopi dalam kuesioner setiap 4 tahun. Selama lebih dari dua dekade, pria yang minum kopi dalam jumlah sedang berkurang kemungkinannya untuk terkena semua jenis kanker prostat. Tapi penulis utama studi itu, Kathryn Wilson dari Harvard School of Public Health mengatakan, perbedaan yang nyata muncul saat para periset melihat kanker prostat yang paling serius.

Wilson mengatakan, “Pria yang minum enam cangkir kopi atau lebih per hari kemungkinannya terkena kanker prostat mematikan lebih rendah 60 persen dibanding pria yang tidak minum kopi. Kami melihat penurunan resiko ini baik dalam kopi biasa maupun kopi bebas kafein.”

Illustrasi gambar diambil dari polymva.com

Kopi adalah ramuan kimia yang kompleks, penuh antioksidan serta senyawa lain yang mungkin mempengaruhi perkembangan kanker prostat. Kanker prostat adalah kanker yang paling umum pada kalangan pria di seluruh dunia, membunuh sekitar 250 ribu orang setiap tahun.

Menurut Wilson, tidak jelas komponen apa dalam kopi itu yang mungkin mengurangi resiko kanker prostat. Ini lah yang menjadi sasaran riset mendatang.

Sementara ini, katanya, masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa pria harus minum kopi lebih banyak untuk mengurangi resiko terkena kanker prostat yang agresif. Tapi dia mengemukakan bahwa semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan manfaat kopi bagi kesehatan.

Wilson menambahkan, “Kopi tidak membahayakan dalam hal penyakit jantung atau stroke, dan tampaknya memberi perlindungan untuk kanker hati. Kopi juga dikaitkan dengan berkurangnya resiko diabetes tipe dua. Jadi saya pikir semakin banyak bukti bahwa kopi tidak berbahaya dan mungkin bermanfaat bagi beberapa kondisi kesehatan. Ini memberi kelegaan bagi orang yang banyak minum kopi.”

Kathryn Wilson dan koleganya di Harvard School of Public Health menerbitkan hasil studi mereka mengenai kaitan minum kopi dan jenis kanker prostat yang mematikan dalam Journal of the National Cancer Institute edisi online.
Disunting dari forum.detik.com

Kopi & Coklat Tingkatkan Darah Rendah

Adanya gejala sering pusing, cepat letih, dan mata berkunang-kunang, itu adalah tanda-tanda dari hipotensi atau biasa disebut tekanan darah rendah. Dengan kondisi yang demikian, kebanyakan orang pasti dengan cara makan sate kambing untuk meningkatkannya. Akan tetapi yang lebih cocok untuk meningkatkan adalah dengan mengonsumsi cokelat atau kopi hangat.

Menurut dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK salah seorang ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan kalau tidak adanya bukti ilmiah mengenai sate kambing efektif meningkatkan tekanan darah. Dan menurut dr. Oetoro, yang fektif dan aman untuk meningkatkan tekanan darah adalah dengan minum kopi atau makan cokelat. Tekanan darah yang normal adalah 120 mmHg untuk tekanan sistolik dan 80 mmHG untuk tekanan diastolik, atau cukup ditulis 120/80. Untuk diketahui, tekanan sistolik diukur ketika jantung bekerja memompa darah sedangkan diastolik diukur saat jeda istirahat antara 2 kali pemompaan.

Illustrasi gambar diambil dari momogeo.blogspot.com

Dapat dikatakan tekanan rendah atau hipotensi apabila angkanya berada di bawah 90/60 mmHg. Terjadinya hipotensi bisa dipicu oleh dehidrasi atau kekurangan cairan, gangguan fungsi jantung, kehamilan dan gangguan endokrin. Jika tidak segera diatasi, tekanan darah rendah bisa menyebabkan cedera fisik karena mudah terjatuh. Selain itu, transport oksigen ke otak dan bagian tubuh lainnya terhambat sehingga risiko terburuknya adalah kerusakan otak karena tidak mendapat suplai oksigen yang cukup.
Disunting dari wartaonline.com

Minum Kopi Atasi Penyakit Kronis

Hasil penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi kopi efektif mengatasi berbagai penyakit kronis. Namun untuk mencapai manfaat yang dimaksud, konsumsi kopi tidak boleh sembarangan dan harus berkualitas baik dan asli.

Surip Mawardi, peneliti kopi dan kakao Indonesia di sela-sela Konferensi Internasional Ilmu Pengetahuan Kopi 2010 di Nusa Dua Bali menyatakan, berdasarkan hasil penelitian terbaru, kopi bisa mengatasi berbagai macam penyakit seperti diabetes, kanker usus, bahkan jantung koroner.

Dari hasil penelitian terbaru itu, lanjutnya, terungkap juga bahwa minum kopi seumur hidup memberikan efek yang menetralkan kesehatan jantung bagi peminumnya. "Hal itu berdasarkan data meta-analisa terbaru terhadap 21 penelitian kohort prospektif yang dilakukan dari 1996 sampai 2008 dengan total kasus sebanyak 15.559 dengan melibatkan 407.806 suka relawan untuk objek penelitian," ujarnya menjelaskan.

Dikatakan, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat konsumsi minum kopi tidak mengubah risiko perkembangan penyakit jantung koroner. "Bahkan dengan mengkonsumsi kopi kurang dari dua cangkir per hari bisa mengurangi derita penyakit jantung koroner," terangnya.

Hasil penelitian tersebut, kata Surip, bisa mementahkan dugaan yang selama ini menilai bahwa minum kopi merusak kesehatan, terutama sistim jantung dan kardiovaskular.

Di sisi lain, Surip mengatakan, pendekatan penelitian yang umum dilakukan oleh para peneliti adalah mempelajari pengaruh suatu komponen tunggal dalam kopi terhadap kesehatan peminumnya. Kemudian mereka menarik kesimpulan dari data yang diperoleh dengan menggunakan senyawa tunggal tersebut.

Perlu diketahui, lanjutnya, kopi merupakan minuman mengandung senyawa yang sangat kompleks, terdiri lebih dari 800 komponen yang berbeda dan saling berinteraksi dalam jenis senyawa yang berdiri sendiri.

"Saat ini, banyak bukti medis dan ilmiah yang mendukung kesimpulan bahwa minum kopi dengan porsi normal antara dua sampai empat cangkir per hari dengan kandungan kafein sampai dengan 100 mg per-cangkir, merupakan bagian dari pola makan yang berimbang," katanya.

Ia menambahkan, dengan mengkonsumsi kopi dalam takaran itu, tergolong aman dan tidak memberikan dampak yang merugikan terhadap kesehatan manusia.
Disunting dari health.kompas.com

Kopi Tak Picu Darah Tinggi

Kabar gembira untuk Anda pecinta kopi. Minum beberapa gelas kopi setiap hari ternyata tidak akan memicu masalah darah tinggi. 

Sebelumnya, banyak yang mengira kalau kopi bisa memicu tekanan darah menjadi lebih tinggi, yang nantinya bisa memicu penyakit jantung, stroke dan harapan hidup yang pendek. Tetapi, penelitian panjang tim peneliti asal Amerika Serikat mengungkapkan kalau orang minum banyak kopi dalam sehari kesehatannya tidak lebih buruk dibandingkan dengan orang hanya minum sedikit kopi.

Tim peneliti melakukan melakukan polling data dari enam penelitian yang melibatkan 170 ribu partisipan. Mereka dimintai keterangan terkait berapa banyak kopi yang diminum dalam sehari, lalu kondisi tubuhnya selama 33 tahun dicatat.

Illustrasi diambil dari kaskushotthread.com

The American Journal of Clinical Nutrition melakukan analisis data tentang satu dari lima kasus tekanan darah tinggi. Yaitu kemungkinan darah tinggi tinggi tidak jauh berbeda antara seseorang yang minum lebih dari lima cangkir kopi sehari dibandingkan dengan mereka yang minum hanya sedikit kopi.

Tetapi salah satu peneliti, Liwei Chen, dari Louisiana State University School of Public Health di New Orleans, mengungkapkan kalau hubungan antara minum kopi dengan tekanan darah tinggi sangat rumit. Itu karena kemungkinan risiko darah tinggi tidak sama pada setiap orang. 

"Seseorang dengan latar belakang genetik yang berbeda bisa bereaksi berbeda saat mengonsumsi kopi. Mungkin bagi sebagian orang minum kopi cukup aman, sementara tidak aman bagi yang lain," kata Chen, seperti dikutip dari Daily Mail

Lawrence Krakoff, ahli darah tinggi dari Mount Sinai Medical Center di New York juga mengungkapkan kalau kopi bukan jadi salah satu faktor pemicu darah tinggi. Tetapi ia juga menyarankan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi kopi. 

"Jika seseorang minum 12 gelas kopi setiap hari dan tidak tidur, itu bisa jadi masalah," kata Krakoff.
Disunting dari kosmo.vivanews.com

Walaupun demikian, konsumsi kopi bagi penderita tekanan darah tinggi juga harus dibatasi.

Hindari Mengkonsumsi Makanan Berlemak dan Kopi Secara Bersamaan

Makan makanan yang mengandung lemak tentu tidak baik untuk tubuh, tetapi jika Anda mengonsumsi kopi setelah makan makanan berlemak maka dampak negatifnya akan semakin besar lagi.

Hasil studi yang dilakukan oleh University of Guelph menunjukkan bahwa kombinasi lemak dan kafein pada kopi bisa sangat membahayakan tubuh. Peneliti menemukan bahwa orang sehat yang minum kopi setelah makan makanan berlemak mengalami kenaikan gula darah hingga dua kali lipat. Kenaikan gula darah ini bahkan setara dengan orang yang berisiko diabetes.

Coffee with a fatty meal raises blood sugar to diabetes levelemaxhealth.com

"Hasil studi memberitahu pada kita bahwa lemak jenuh dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk membersihkan gula dalam darah, dan ketika digabungkan dengan kopi yang mengandung kafein, maka dampaknya bisa lebih buruk lagi," jelas Marie-Soleil Beaudoin, yang melakukan penelitian bersama dengan profesor University of Guelph, Lindsay Robinson dan Terry Graham, seperti dilansir Preventdisease, Selasa (19/4/2011).

Menurut Beaudoin, kombinasi antara lemak jenuh dan kafein dapat membuat gula tetap berada dalam darah untuk jangka waktu yang lama, yang dampaknya bisa sangat berbahaya.

Studi ini merupakan studi pertama yang mengetahui tentang pengaruh lemak jenuh dan kafein pada kopi terhadap tingkat gula darah. Studi dilakukan dengan menggunakan koktail (novel fat cocktail) yang hanya berisi lemak. Minuman tersebut dirancang khusus untuk memungkinkan peneliti secara akurat meniru apa yang terjadi pada tubuh ketika orang menelan lemak.

Dalam studi ini, pria sehat diminta minum sekitar 1 gram minuman lemak untuk setiap kilogram berat badannya. Enam jam kemudian mereka diberi menu selanjutnya yang terdiri dari minuman gula. Hasilnya, kadar gula darah subjek meningkat menjadi 32 persen lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumi lemak.

Peneliti juga menguji dampak kopi berkafein yang dikombinasikan dengan makanan berlemak. Untuk tes ini, peneliti memberi partisipan kopi berkafein 5 jam setelah menelan minuman lemak. Satu jam kemudian diberi minuman gula. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar gula darah meningkat sebesar 65 persen dibandingkan dengan partisipan yang tidak mengonsumsi kopi dan lemak.

"Ini menunjukkan bahwa efek dari makanan lemak yang dikombinasikan dengan kopi bisa bertahan berjam-jam. Bahkan efeknya bisa dua kali lipat dibandingkan orang yang makan makanan berlemak saja," jelas Beaudoin.

Selain tes darah kadar gula, peneliti juga melihat efek gastro-intestinal dengan mengukur hormon incretin yang dirilis oleh usus setelah menelan lemak. Hormon-hormon ini sinyal pankreas untuk melepaskan insulin untuk membantu membersihkan darah dari gula.

"Pada akhirnya kami telah menemukan bahwa lemak dan kopi berkafein dapat merusak komunikasi antara usus dan pankreas, inilah yang menyebabkan mengapa peserta tidak bisa membersihkan gula dari darah mereka dengan mudah," kata Beaudoin.

Menurut Beaudoin, hasil penelitian ini sangat penting bagi orang yang berisiko untuk penyakit metabolik dan diabetes tipe 2. "Kami telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa orang dengan atau berisiko diabetes tipe 2 harus membatasi konsumsi kafein mereka. Minum kopi tanpa kafein adalah salah satu cara untuk meningkatkan toleransi glukosa seseorang. Membatasi asupan asam lemak jenuh yang ditemukan dalam daging merah, makanan olahan dan makanan fast food juga bermanfaat," tutupnya.

Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Nutrition.
Disunting dari dinkesriau.net

Minum Kopi Dapat Menurunkan Gejala Pembekuan Darah di Otak

Minum 2 cangkir kopi setiap hari ternyata bisa menurunkan risiko terkena stroke. Jika sebelumnya dikatakan bahwa kopi mengandung zat yang dapat meningkatkan gejala stroke, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Karolinska Institute, Stockholm, Swedia, ternyata menunjukkan hal sebaliknya. Minum kopi ternyata dapat menjadi faktor pencegah terjadinya penyakit pembunuh nomor satu di Inggris ini. 

Penelitian melibatkan hampir 500 ribu orang dengan jangka waktu yang cukup lama, yaitu dari pertengahan 1960-an sampai 2011. 

Hasil yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa mereka yang minum dua cangkir sehari punya kemungkinan 14% lebih kecil untuk menderita gejala pembekuan darah di otak. Sedangkan jika minum 3-4 cangkir sehari malah dapat mengurangi bahaya tersebut sebesar 17%, seperti dilansir oleh Daily Mail.

Tapi, jangan gembira dulu untuk pecandu kopi yang minum lebih dari 6 cangkir setiap harinya. Mengonsumsi lebih dari itu malah akan menurunkan faktor pencegah terkena stroke menjadi hanya 7% saja. 

Kuncinya, ternyata ada pada antioksidan yang terkandung di dalam kopi. Senyawa antioksidan ini ditengarai dapat melindungi pembuluh darah di otak dari kerusakan yang disebabkan oleh kolesterol 'jahat'.
Disunting dari kosmo.vivanews.com

Kurang Minum Kopi, Perempuan Rentan Depresi

Para ilmuwan percaya, bahwa kafein merupakan pil antidepresan terbaik. Sehingga bila meneguk satu cangkir kopi di pagi hari dapat membantu Anda segar saat bangun tidur dan merasa ceria. Pasalnya, beberapa cangkir kopi sehari mungkin memiliki efek serius terhadap suasana hati dan kesehatan.

Ternyata, wanita yang minum empat cangkir atau lebih kopi sehari, 20% tidak mengalami depresi. Jika meminum kopi lebih sedikit per-hari juga dapat menjadi antidepresan. Jika seorang wanita minum dua sampai tiga cangkir kopi setiap hari, risiko depresi berkurang sebesar 15%.

Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan dari Harvard University dan melibatkan 51 ribu perempuan yang berpartisipasi. Sedangkan bagi pria, efek kopi pada mereka sebanding dengan data yang diperoleh, meskipun belum diteliti dalam percobaan ini. Demikian dikutip dari Genius Beauty, Senin (10/10/2011).

Dasar bukti ilmiah terletak pada kenyataan bahwa kafein sama dengan antidepresan. Unsur ini menghentikan produksi hormon tertentu yang menyertai depresi. Sementara itu, kopi memberi kekuasaan lebih untuk waktu yang lama, memberikan rasa kesejahteraan dan perasaan baik.

Tetapi para ilmuwan memperingatkan, bahwa kopi tanpa kafein tidak memberikan hasil yang sama. Menurut hasil penelitian terbaru menunjukkan, kopi dapat berkontribusi untuk pencegahan dan pengobatan antidepresi.

Illustrasi gambar di ambil dari liananene.blogspot.com

Penelitian lain sebelumnya telah menegaskan, bahwa perempuan saat ini dua kali lebih mungkin menderita depresi dari pada 40 tahun lalu. Hal tersebut dikaitkan dengan perubahan peran perempuan dalam masyarakat karena kaum hawa harus mengelola keluarga dan karir.

Namun efek samping dari konsumsi kopi harus diperhatikan juga, yaitu menyebabkan peningkatan tekanan darah. Bagi wanita hamil, dianjurkan untuk minum tidak lebih dari dua cangkir sehari untuk mengurangi kemungkinan keguguran atau mengurangi resiko memiliki anak dengan berat badan lahir rendah.
Disunting dari lifestyle.okezone.com